Marhaban yaa Romadhon

Gapai berkah Ramadhan

Malam semakin larut tetapi tidak menyurutkan semangat kader rawa panjang untuk mengadakan konsolidasi dalam rangka menyongsong datangnya bulan suci Ramadhan 1432H. pertemuan diselenggarakan di kediaman Bapak Muhammad Agus S.Kom, ketua RW.23 desa Rawapanjang,

Hasan Al Banna

Posted by Author On Month - Day - Year

Imam Syahid Hasan Al-Banna dilahirkan di kota Mahmudiyah, Distrik Bahirah Mesir pada bulan Oktober 1906 M. Orangtua beliau seorang ulama besar pada masanya, yaitu Ahmad Abdur Rahman Al-Banna, ulama yang banyak karyanya di bidang ulumul hadits. Diantaranya yang terkenal “Al Fath Ar Rabbany li Tartib Musnad Al-Imam Ahmad”. Disamping menulis kitab-kitab hadits, orang tua Hasan Al-Banna bekerja memperbaiki jam.

Sholat Berjamaah

Posted by Author On Month - Day - Year

Bersabda Rasulullah SAW:”Bagaimana pendapat kalian jika sebuah sungai mengalir di muka pintu salah seorang di antara kalian dan kalian mandi di dalamnya tiap hari lima kali. Masihkah ada kotoran tertinggal di tubuh kalian?” Jawab shahabat:”Tidak!” Maka Rasulullah SAW bersabda:”Demikianlah shalat lima waktu; Allah menghapus dosa-dosa kalian dengannya” (HR. Bukhary dan Muslim).

pesantren ramadhan

Posted by Author On Month - Day - Year

bagaimana mengisi kegiatan anak-anak?

Khasiat Buah Kurma

Posted by Author On Month - Day - Year

Kurma identik sebagai makanan manis untuk berbuka puasa. Tak hanya manis rasanya, tapi memiliki gizi yang baik dibanding manisan buah kering lainnya. Kebiasaan mengonsumsi makanan manis saat berbuka puasa juga merupakan salah satu kebiasaan yang dilakukan para nabi. Bahkan kebiasan itu telah menjadi sunnah rasul.

Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan

Antara ASI (Air Susu Ibu) dan Gizi

Diposting oleh PKS Rawa Panjang (RAJA) On 22.52 0 komentar

Sobat siroh...

Kali ini kita mulai mempelajari tahap demi tahap urutan Nabi kita belajar. Pesan tersirat yang dialui Nabi Muhammad shallalahu alaihi wa sallam dari awal kelahirannya sampai beliau kembali pada Sang Khaliq, merupakan rencana Allah yang bisa kita renungi dan kita ikuti. Berawal saat Nabi kita disusui oleh seorang wanita dari Bani Saad. Bani saad, adalah wilayah yang salah satu kebiasaan penduduknya, kaum wanita khususnya memberikan penawaran kepada masyarakat Mekkah untuk menjadi ibu susuan.

Skenario perjalanan hidup Nabi pun tampak dengan jelas. Semua wanita Bani Saad yang menawarkan diri untuk menjadi ibu susuan pastilah mencari orang-orang kaya yang mempunyai anak kecil untuk di susui. Namun, seorang wanita bernama Halimatu Sa’diah diarahkan oleh Allah untuk menjadi ibu susuan Nabi.

Pada saat itu, keluarga Nabi bukanlah tergolong orang-orang kaya yang diharapkan oleh wanita-wanita Bani Saad. Begitulah cara Allah menjaga Nabi untuk bisa diberikan ASI dari seorang Halimatu Sa’diah.

Sobat siroh..

Mari kita pelajari lebih dalam lagi tentang peran ASI pada seorang NABI. Kebiasan masyarakat Quraisy yang menyusukan anak-anak mereka kepada para wanita-wanita daerah pedalaman, tidak terkecuali Aminah ibunda Nabi yang menyerahkan Muhammad kecil kepada Halimah Sa’diah untuk di susui memberikan inspirasi bagi kita tentang sejauh mana peran ASI pada proses kehidupan manusia. Kita bisa juga menyebut, peran ASI pada pembangunan KARAKTER. ASI secara langsung membantu proses pembentukan struktur tubuh manusia. Karena itulah pemberian ASI dilakukan dari mulai lahir sampai berusia dua tahun.

Sobat siroh...

Penelitian menunjukkan, bayi yang diberi ASI secara khusus terlindung dari serangan penyakit sistem pernapasan dan pencernaan. Hal itu disebabkan zat-zat kekebalan tubuh di dalam ASI memberikan perlindungan langsung melawan serangan penyakit. Sifat lain dari ASI yang juga memberikan perlindungan terhadap penyakit adalah penyediaan lingkungan yang ramah bagi bakteri ”menguntungkan” yang disebut ”flora normal”. Keberadaan bakteri ini menghambat perkembangan bakteri, virus dan parasit berbahaya. Tambahan lagi, telah dibuktikan pula bahwa terdapat unsur-unsur di dalam ASI yang dapat membentuk sistem kekebalan melawan penyakit-penyakit menular dan membantunya agar bekerja dengan benar. ( C. Billeaud, et al., European Journal of Clinical Nutrition, 1997,).

Sobat siroh...

Ternyata kekebalan tubuh dari penyakit datang dari ASI. Dahsyat!!!, ASI merupakan cairan yang ajaib. Dan bukan tanpa alasan ketika masyarakat Quraisy lebih memilih ASI dari wanita-wanita Bani Sa'ad. Disamping pola makan mereka yang sehat dan masih alami, kebiasaan dan kehidupan mereka yang akrab dengan lingkungan turut meningkatkan kualitas ASI mereka. Sekali lagi bukan secara tiba-tiba Allah menyiapkan seorang Nabi untuk dijadikan teladan kita. Bermula dari ASI struktur dan karakter seorang Nabi pun terbentuk. Fisik yang prima dan imun terhadap penyakit merupakan modal besar seorang pengemban risalah yang waktu siaganya jauh lebih besar ketimbang waktu istirahatnya. Dan itu terbukti, Nabi tidak pernah sakit kecuali hanya beberapa kali saja seumur hidupnya.

Lalu apa yang bisa kita pelajari dari Nabi ? Jikalau Sobat Siroh menjadi seorang ibu dan ayah yang sedang mendapatkan kebahagiaan seorang anak. Maka sudah pasti jagalah ASI anaknya. Jikalau sobat siroh adalah seorang anak dan remaja yang sudah tidak lagi minum ASI. Apakah harus minta ASI lagi??? UPS!!!!. PASTI TIDAK KHAN!!!

Sobat siroh...

Usul Kak Dodo, mari kita kaji unsur yang terdapat pada ASI. Walaupun menurut Harun Yahya dalam tulisannya, kualitas ASI tidak ada yang dapat mengalahkannya dari susu-susu yang lain, minimal kita bisa melanjutkan kembali unsur yang bermanfaat pada ASI dengan gizi-gizi yang lain. Makanya, tulisan ini bertema antara ASI dan GIZI.

Sobat siroh...

Berkacalah pada Nabi, agar kualitas karakter kita semakin terbangun. Ketika Nabi bertambah usianya dan sudah tidak lagi minum ASI, Nabi melanjutkan kebiasaan minum susunya dengan meminum susu dari hewan yang biasa ia gembalakan. Nabi meminum susu lanjutan yakni susu kambing. Kelanjutan Nabi meminum susu kambing diperkuat oleh penelitian yang tercatat dalam website LPPM IPB. Berikut kutipannya :

“Dari hasil penelitian yang dilakukan oleh Ribadeau Dumas et al. disimpulkan bahwa struktur molekuler susu kambing berbeda dengan susu sapi, demikian juga dengan kasein susunya. Dinyatakan bahwa selain laktalbumin, berbagai fraksi protein susu kambing berbeda dengan susu sapi. Hal ini kemungkinan besar merupakan penjelasan yang dapat digunakan untuk menjawab mengapa bayi yang tidak toleran terhadap susu sapi masih toleran dengan susu kambing. Susu kambing juga memiliki "curd tension" yang lebih rendah jika dibandingkan dengan susu sapi perah FH dan Jersey (36, 52 dan 78). Hal ini diduga sebagai penyebab mengapa daya cerna susu kambing lebih baik jika dibandingkan dengan susu sapi.” (LPPM IPB)

Nah, sobat siroh semakin jelas Nabi memberikan pesan hidup untuk kita ANAK INDONESIA. Jikalau GIZI ini terpenuhi sesuai dengan cara NABI, bermula dari ASI karakter diri akan terbentuk sejak DINI. Wallahu ‘alam… (www.cahayasiroh.com)

Kasiat buah Kurma

Diposting oleh PKS Rawa Panjang (RAJA) On 00.13 0 komentar

Kurma identik sebagai makanan manis untuk berbuka puasa. Tak hanya manis rasanya, tapi memiliki gizi yang baik dibanding manisan buah kering lainnya.
Kebiasaan mengonsumsi makanan manis saat berbuka puasa juga merupakan salah satu kebiasaan yang dilakukan para nabi. Bahkan kebiasan itu telah menjadi sunnah rasul.

Seperti dikutip dari laman rasa manis buah kurma tidak seperti buah kering lainnya. Rasa manis dan masyirnya yang mudah meleleh di lidah memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, terutama saat dikonsumsi untuk berbuka puasa.

Mengapa? Sifatnya yang mudah meleleh membuat kurma mudah dicerna. Hal ini tepat dikonsumsi saat buka puasa karena organ pencernaan, khususnya lambung membutuhkan makanan lembut setelah sehari tak tersentuh makanan.

Tak hanya itu, kurma juga mengandung gula dan air sehingga membuatnya semakin mudah dicerna dan sampai ke darah. Kurma juga mengandung kalium yang bermanfaat mengendalikan tekanan darah dan membantu kerja otot.

Kurma memang memiliki kandungan kalori lebih tinggi dibanding buah kering lainnya. Namun, kandungan kaliumnya mampu menekan natrium atau garam berlebih penyebab hipertensi. Itulah mengapa pengidap hipertensi juga sangat disarankan mengonsumsi kurma. Cukup konsumsi 5 buah kurma sehari demi mencukupi kebutuhan kalium harian.

Para peneliti di University of Scranton menambahkan, kurma juga memiliki konsentrasi polyphenol tertinggi dibanding buah-buahan kering lainnya. Sebagai antioksidan, polyphenol berperan bagi kekebalan tubuh terhadap infeksi dan serangan penyakit.

Keajaiban Kurma

Kurma, merupakan salah satu makanan khas saat bulan Ramadhan tiba. Setiap kali menjelang berbuka puasa, buah manis berwarna cokelat terang hingga gelap ini sering menjadi menu perdana berbuka.

Dikutip dari Arab News, pakar kesehatan Paul Gross dalam bukunya 'Buah-buahan Super' menyebutkan ada beberapa faktor yang membuat jenis buah tertentu dikategorikan sebagai buah super. Yakni nutrisi, kandungan fitokimia, warna serta berbagai uji klinis mengenai manfaat buah.

Kurma atau dalam bahasa ilmiahnya dactylifera phoenix merupakan buah asli dari Semenanjung Arab, Timur Tengah dan Afrika Utara. Warna kurma beragam, dari coklat terang hingga mendekati warna hitam. Bentuknya pun berbeda-beda, dari persegi panjang, bulat kecil hingga berukuran besar dan panjang. Kebanyakan buah potensial ekspor itu berupa kurma kering.

Kurma kaya akan gizi, fitokimia, air dan gula alamiah untuk mempertahankan kesehatan suku badui saat di padang pasir. Kandungan fruktosa dan glukosa dalam kurma adalah sumber energi sekaligus kaya asam amino.

Keuntungan lain kurma, buah ini rendah lemak namun kaya serat dan prebiotik dan pitosterol, yang membantu mengendalikan kadar kolesterol. Kurma kaya akan selenium, kalium, kalsium, magnesium, mangan, dan besi yang meningkatkan kekebalan serta melindungi jantung, membangun massa tulang, dan meningkatkan sel darah merah.
Vitamin B dan C di dalamnya juga penting bagi kesehatan dan kekebalan tubuh. Asam lemak omega dalam kurma terbukti menyehatkan jantung, kulit, dan otak yang mirip dengan minyak zaitun.

Kurma juga berfungsi sebagai buah detoksifikasi dan mengurangi radikal bebas dalam tubuh dengan kandungan karotenoid, polifenol, anthocyanin, proanthocyanidins oligomer, tanin, luteolin, quercetin, dan apigenin.

Dari studi para ilmuwan Abu Dhabi, kurma terbukti mampu menekan bakteri menembus membran sel dan mencegah infeksi serta lebih tahan disimpan dalam jangka waktu lama.

Di Arab, sejak dahulu, kurma telah dikenal sebagai pengobatan tradisional untuk banyak kondisi, mulai dari gangguan pencernaan dan pernafasan dan membangun tulang untuk kehamilan, kelahiran,membantu ibu menyusui, meningkatkan sperma, meningkatkan dorongan seksual, dan kesuburan hingga energi selama melahirkan, dan mencegah pendarahan.

Jadi, sungguh cocok jika Anda memilih kurma sebagai menu berbuka untuk memulihkan energi setelah seharian berpuasa.


Keutamaan sholat Berjama'ah

Diposting oleh PKS Rawa Panjang (RAJA) On 23.50 0 komentar

KEUTAMAAN SHALAT

a. Mencegah perbuatan keji dan munkar

Allah Ta’ala berfirman:”Sesungguhnya shalat itu mencegah dari segala kekejian dan kemunkaran” (al ankabuut [49]: 45).

b. Melebur dosa-dosa kecil

Bersabda Rasulullah SAW:”Bagaimana pendapat kalian jika sebuah sungai mengalir di muka pintu salah seorang di antara kalian dan kalian mandi di dalamnya tiap hari lima kali. Masihkah ada kotoran tertinggal di tubuh kalian?” Jawab shahabat:”Tidak!” Maka Rasulullah SAW bersabda:”Demikianlah shalat lima waktu; Allah menghapus dosa-dosa kalian dengannya” (HR. Bukhary dan Muslim).

Seorang lelaki telah mencium wanita. Maka dia datang kepada Rasulullah SAW untuk menyerahkan urusan tersebut. Maka Allah Ta’ala menurunkan satu ayat:”Tegakkanlah shalat pada pagi dan sore serta waktu malam. Sesungguhnya kebaikan itu dapat menghapus dosa-dosa.” Orang itu kemudian bertanya:”Apakah hukuman itu khusus untuk aku?” Rasulullah SAW menjawab:”Untuk semua ummatku” (HR. Bukhary dan Muslim).

Rasulullah SAW bersabda:”Shalat lima waktu, Jum’at dengan Jum’at sebagai penebus dosa-dosa yang terjadi antara waktu itu, selama tidak melakukan dosa-dosa besar” (HR. Muslim).

LARANGAN MENINGGALKAN SHALAT FARDHU

Allah Ta’ala telah memerintahkan kepada Kaum Muslimin untuk menjaga shalatnya. Firman-Nya:”
Dalam hakikatnya, sesungguhnya batas pembeda yang sangat tegas antara seorang Muslim dengan orang kafir adalah shalatnya. Jika seseorang menunaikan shalat, maka dia adalah Muslim. Sebaliknya, jika seseorang meninggalkan shalat, maka hakikat sesungguhnya dia telah terjerumus dalam kekafiran. Rasulullah SAW mengingatkan:”Sesungguhnya batas yang memisahkan seseorang dengan kekufuran hanyalah shalatnya, Barangsiapa yang meninggalkan shalat berarti dia telah kafir” (HR. Muslim).
Dalam peringatannya yang lain, Rasulullah SAW bersabda:”Ikatan janji di antara kami dengan mereka adalah shalat. Barangsiapa meninggalkan shalat, berarti dia kafir” (HR. At Tirmidzi).
Seorang ulama tabi’in, Syaqiq Bin Abdullah berkata:”Para shahabat Nabi SAW tiada memandang satu amal apabila ditinggalkan menyebabkan seseorang terjerumus dalam kekafiran, kecuali shalat” (Tirmidzi).

SHALAT BERJAMA’AH
1. Keutamaan
Islam mensyari’atkan kepada ummatnya untuk berjama’ah dalam kehidupan ini. Allah Ta’ala berfirman:”Dan berpeganglah kamu semua kepada tali (agama) Allah secara berjama’ah …” (Ali Imran [3]: 103).
Rasulullah SAW juga bersabda:”Wajib atas kamu berjama’ah. Tangan Allah bersama berjama’ah” (HR. Muslim).
Dalam kehidupan, Islam mensyari’atkan kepada ummatnya untuk berjama’ah. Demikian pula dalam melaksanakan ibadah shalat. Rasulullah SAW menunjukkan kepada kita keutamaan shalat berjama’ah dibandingkan dengan shalat sendirian:”Shalat berjama’ah lebih utama duapuluh tujuh derajat daripada shalat sendirian” (HR. Bukhary dan Muslim).
Mengapa shalat berjama’ah lebih utama duapuluhtujuh derajat daripada shalat sendirian? Rasulullah SAW telah menjelaskan dibandingkan:”Yang demikian itu karena jika seseorang menyempurnakan wudhu’ kemudian keluar menuju masjid, maka tiada dia melangkahkan kaki selangkah melainkan terangkat satu derajat dan dihapukan dosanya. Ketika dia shalat selalu dido’akan para Malaikat selama dia berada di tempatnya dan tidak berhadats” (HR. Bukhary dan Muslim).

2. Hikmah
a. Menghindarkan diri dari jajahan syaithan
Di antara hikmah shalat berjama’ah adalah menghindarkan diri dari jajahan syaithan. Sabda Rasulullah SAW:”Tiada terdapat tiga orang yang berkumpul baik di dusun, di hutan atu di kota; kemudian tidak menjalankan ibadah shalat berjama’ah, melainkan mereka telah dijajah oleh syaithan” (HR. Abu Dawud).
b. Tidak diterkam kemaksiatan dan kejahiliyahan
Hikmah shalat yang lainnya adalah menghindarkan diri kita dari serigala kemaksiatan dan kejahiliyahan. Rasulullah SAW telah berpesan:”Kerjakanlah shalat berjama’ah! Sesungguhnya serigala itu hanya dapat menerkam kambing yang jauh terpencil dari teman-temannya” (HR. Abu Dawud).

3. Larangan meninggalkan shalat berjama’ah
Demikian keutamanya shalat berjama’ah di masjid, sehingga seseorang yang buta datang kepada Rasulullah SAW dan berkata:”Ya Rasulullah, tiada seorang penuntun bagiku untuk menuju masjid. Maka, ijinkanlah aku untuk shalat di rumah”. Rasulullah SAW mengijinkannya. Tetapi ketika orang itu bangkit dari tempat duduknya untuk berjalan pulang, Rasulullah SAW memanggil kembali dan bertanya:”Apakah kamu mendengar suara adzan untuk shalat?” Jawabnya:”Ya!” Sabda Rasulullah SAW:”Jika demikian, engkau harus daytang menyambutnya” (HR. Muslim).
Demikian pula, ketika Abdullah Bin Ummi Maktum berkata:”Ya Rasulullah, kota Madinah ini banyak binatang buas dan jahat”. Maka Rasulullah Saw menjawab:”Hayya ‘alash shalah, hayya ‘alal falaah? Jika kamu mendengar, maka datanglah ke mari!” (HR. Abu Dawud).
Mereka yang mendapatkan halangan untuk menunaikan shalat berjama’ah seperti kebutaan serta rintangan berupa binatang buas, tetap diperintahkan Rasulullah SAW menghadiri shalat berjam’ah; selama mereka mendengar seruan adzan. Terlebih lagi bagi mereka yang sama sekali tidak menemui hambatan untuk berangkat menunaikan shalat berjama’ah. Sampai-sampai Rasulullah Saw berpesan:”Demi Allah yang jiwaku berada di tangan-Nya! Saya ingin menyuruh orang-orang mengumpulkan kayu api, kemudian aku perintahkan mu’adzin untuk mengumandangkan adzan. Kemudian aku perintahkan seseorang untuk menjadi imam bagi orang-orang banyak. Sedangkan saya akan pergi menuju rumah orang-orang yang tidak mendatangi shalat berjama’ah dan akan aku bakar rumah mereka beserta penghuninya” (HR. Bukhary dan Muslim).
Demikian pentingnya shalat berjama’ah, sampai-sampai Rasulullah SAW berkeinginan untuk membakar rumah orang yang tidak menunaikan ibadah shalat berjama’ah tanpa adanya udzur; bahkan dibakar beserta isinya. Orang-orang seperti ini di masa Rasulullah SAW, yaitu yang enggan menunaikan shalat berjama’ah di masjid, sebenarnya hanyalah orang-orang munafiq yang telah jelas-jelas kemunafiqannya. Ibnu Mas’ud RA berkata:”Sungguh, dahulu pada masa Rasulullah SAW tiada seorangpun yang tertinggal dari shalat berjama’ah kecuali orang-orang munafiq yang jelas kemunafiqannya. Sungguh, ada kalanya seseorang itu sampai dihantar menuju masjid dengan didukung oleh dua orang sebalah kanan dan kirinya untuk ditegakkan dalam barisan shaf” (HR. Muslim).

4. Berjalan ke masjid
Kaum Muslimin disyari’atkan untuk melaksanakan shalat wajib di masjid, sedangkan shalat sunnah dapat dilaksanakan di rumah. Allah Ta’ala menyediakan pahala yang besar bagi mereka yang berjalan ke masjid untuk menunaikan shalat. Sabda Rasulullah SAW:”Barangsiapa pergi pada pagi atau sore hari menuju masjid, maka Allah menyediakan baginya hidangan di surga setiap dia pergi baik sore ataupun pagi hari” (HR. Bukhary dan Muslim).
Salah satu indikator kuatnya iman di dalam dada seorang Muslim adalah langkah kakinya menuju masjid. Rasulullah SAW bersabda:”Jika kamu melihat seseorang yang biasa ke masjid, maka saksikan olehmu bahwa ia beriman. Sebagaiman firman Allah Ta’ala:”Sesungguhnya yang memakmurkan masjid itu hanyalah orang yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir” (HR. At Tirmidzi).
Langkah kaki kita menuju masjid sendiri merupakan hitungan pahala yang besar dari Allah Ta’ala. Langkah pertama berfungsi menghapus dosa, sedangkan langkah berikutnya menaikkan derajat. Rasulullah SAW berfirman:”Barangsiapa yang bersuci di rumahnya, kemudian berjalan menuju masjid untuk menunaikan shalat fardhu, maka semua langkahnya dihitung. Langkah yang satu untuk menghapus dosa dan langkah berikutnya untuk menaikkan derajat” (HR. Muslim).
Begitu indah keutamaan berjalan menuju masjid, sampai-sampai salah seorang shahabat Anshar yang rumahnya sangat jauh dari Masjid tetap berjalan dengan istiqamahnya. Bahkan dia tidak pernah terlambat untuk menunaikan shalat fardhu di masjid. Salah seorang shahabat memberikan usulan kepadanya:”Seandainya kamu membeli keledai sebagai kendaraan di waktu gelap atau panas”. Maka shahabat Anshar tersebut malah menjawab:”Saya tidak ingnin kalau rumahku berada di sebelah masjid. Saya ingin tercatat dalam amal kebaikanku adalah perjalananku menuju masjid dan kembalinya aku menuju rumah keluargaku”. Rasulullah SAW kemudian mengomentari orang tersebut:”Allah Ta’ala telah mengumpulkan bagi kamu semua itu” (HR. Muslim).
Bani Salamah pernah berniat untuk memindahkan rumah di dekat Masjid Nabawi, karena suasana sekitar masjid masih sepi. Mendengar hal itu, Rasulullah SAW bertanya:”Saya dengar kalian akan pindah dekat dengan masjid?” Maka Bani Salamah menjawab:”Benar, ya Rasulullah. Kami menghendaki seperti itu”. Maka Rasulullah SAW bersabda:”Wahai bani Salimah! Tetaplah kalian di kampung kalian, karena akan tercatat untuk kalian amal-amal kalian pada bekas-bekas langkah kakimu itu”. Dengan nasihat Rasulullah SAW tersebut, maka Bani Salamah mengurungkan niatnya untuk berpindah dekat Masjid Rasulullah SAW.
Rasulullah SAW telah bersabda pula:”Sesungguhnya sebesar-besar pahala yang akan diterima manusia dalam masalah shalat adalah mereka yang paling jauh jarak perjalanannya” (HR. Bukhary dan Muslim).

5. Menantikan Shalat
Jika adzan telah memanggil, maka tidak ada yang dapat kita lakukan kecuali memenuhi panggilannya untuk segera shalat. Kita harus menghentikan aktifitas kita, dan kemudian beranjak bersiap-siap shalat. Sehingga kita tidak tertinggal dalam shalat. Rasulullah SAW:”Barangsiapa ingin bertemu Allah sebagai seorang Muslim, maka dia harus benar-benar menjaga shalat pada waktunya ketika terdengar suara adzan” (HR. Muslim).
Ibnu Mas’ud RA pernah bertanya kepada Rasulullah SAW:”Apakah amal perbuatan yang utama?” Maka Rasulullah Saw menjawab:”Shalat tepat pada waktunya” (HR. Bukhary dan Muslim).
Rasulullah SAW mengajak Kaum Muslimin untuk menanti shalat, bukan sebaliknya, shalat menantikan kehadiran kita. Sabda beliau:”Senantiasa seseorang itu dianggap dalam keadaan shalat, selama dia tertahan oleh menantikan shalat. Tidak ada yang menahannya untuk kembali ke rumahnya hanya semata-mata karena menantikan shalat” (HR. Bukhary dan Muslim).
Demikian pula, ketika seseorang tetap berada di tempatnya dalam masjid setelah menunaikan shalatnya. Para Malaikat akan mendo’akan dirinya dengan do’a:”Ya Allah berilah ampunan baginya. Ya Allah, kasihanilah dia” (HR. Bukhary).
Maka sudah semestinya apabila kita bersegera menuju masjid ketika mendengar suara adzan. Dan ketika selesai menunaikan shalat, usahakan untuk tidak terburu-buru meninggalkan masjid. Demikianlah adabnya.

6. Shaf pertama
Itsar merupakan akhlaq yang diajarkan oleh Rasulullah SAW. Itsar adalah mendahulukan kepentingan saudaranya daripada kepentingan dirinya sendiri, meskipun sebenarnya dia sendiri masih membutuhkannya. Tetapi yang perlu difahami adalah, itsar itu sunnah untuk hubungan mu’amalah. Sedangkan untuk ibadah mahdhah, seperti shalat, itsar itu justru makruh. Sehingga, kita diperintahkan untuk mengambil posisi shaf pertama dalam shalat berjama’ah. Jangan kita justru mempersilakan untuk menempati shaf pertama yang seharusnya kita tempati. Makruh hukumnya.
Demikianlah Rasulullah SAW menyebutkan keutamaan shaf pertama dalam sabdanya:”Andaikan saja orang-orang itu mengetahui betapa besar pahala orang yang mendatangi adzan dan mengambil posisi shaf pertama. Seandainya untuk mendapatkan tempat itu mereka harus diundi, tentu mereka akan berundi untuk memperolehnya” (HR. Bukhary dan Muslim).
Memang sebaik-baik shaf bagi laki-laki adalah shaf terdepan, sedangkan seburuk-buruk shaf laki-laki adalah yang paling belakang. Dan sebaliknya untuk wanita. Rasulullah SAW bersabda:”Sebaik-baik shaf lelaki adalah yang terdepan dan yang terbusuk adalah yang paling belakang. Sebaik-baik shaf wanita adalah yang terakhir dan yang paling busuk adalah shaf terdepan” (HR. Muslim).

MARAJI’
1. Imam An-Nawawi, Riyadhus shalihin, Imam Ghazali Ihya Ulumudin
2. Sayyid Sabic, Fiqhus Sunnah, Taqrib
3. Qardawi, Yusuf, Fatwa Kontemporer
4. Qardawi, Yusuf, Al-ibadah fil Islam

"wallohuaqlam bissawab"

Sejarah Hasan Al Banna

Diposting oleh PKS Rawa Panjang (RAJA) On 23.27 0 komentar

A. Biografi Imam Syahid.

Imam Syahid Hasan Al-Banna dilahirkan di kota Mahmudiyah, Distrik Bahirah Mesir pada bulan Oktober 1906 M. Orangtua beliau seorang ulama besar pada masanya, yaitu Ahmad Abdur Rahman Al-Banna, ulama yang banyak karyanya di bidang ulumul hadits. Diantaranya yang terkenal “Al Fath Ar Rabbany li Tartib Musnad Al-Imam Ahmad”. Disamping menulis kitab-kitab hadits, orang tua Hasan Al-Banna bekerja memperbaiki jam.
Sejak dini Al Imam sudah ditempa oleh keluarganya yang taat beragama untuk meraih dan memperdalam ilmu di berbagai tempat dan majelis ilmu. Pertama kali beliau menggali ilmu di Madrasah Ar Rasyad, kemudian melanjutkan di Madrasah ‘Idadiyah di kota Mahmudiyah tempat beliau dilahirkan.
Pada usia beliau yang masih muda sudah memiliki perhatian yang besar terhadap persoalan dakwah. Beliaupun mampu berbuat lebih banyak untuk menegakkan amar ma’ruf nahi mungkar. Bersama teman-temannya di sekolah beliaupun membentuk perkumpulan “Akhlaq Adabiyah” dan perkumpulan menentang hal-hal yang diharamkan Imam Syahid sejak muda menginginkan dakwah Islamiyah tegak dan kokoh.
Pada tahun 1920 Imam Syahid melanjutkan pendidikannya di Darul Mu’allimin Damanhur, hingga menyelesaikan hafalan Qur’an diusianya yang belum genap 14 tahun. Beliaupun aktif dalam pergerakan melawan penjajah. Pada tahun 1923 Imam Syahid melanjutkan pendidikannya di Darul Ulum Kairo. Disini Imam Syahid banyak mendapatkan wawasan yang luas dan mendalam. Beliau menyelesaikan pendidikan di Darul Ulum pada tahun 1927 M, dengan hasil yang memuaskan, menduduki rangking pertama di Darul Ulum dan rangking kelima di seluruh Mesir dalam usianya yang baru menginjak 21 tahun.
Semenjak di Darul Ulum Kairo, beliau mendapatkan cakrawala berfikir lebih luas dan wawasan yang mendalam. Beliau semakin giat dalam amal islami. Bersama kawan-kawannya Imam Syahid giat melaksanakan dakwah di berbagai tempat, baik di perkumpulan-perkumpulan, kedai kopi ataupun di klab-klab.
Setelah menyelesaikan pendidikannya di Darul Ulum Kairo, beliau bekerja sebagai guru Ibtidaiyah (setingkat SD) di Ismailiyah meskipun mendapatkan penawaran untuk melanjutkan pendidikan, namun beliau lebih menyenangi menjadi guru di Ismailiyah hingga 19 tahun beliau berkhidmat mengajar disana.
Di tempat yang sama, yaitu kota Ismailiyah beliau menikah dengan putri salah seorang tokoh Ismailiyah Al Haj Husain As Shuly pada malam 27 Ramadhan 1351 H. Dengan dikaruniai 5 ornag anak, 4 orang anak perempuan yaitu Wala’, Sinai, Raja dan Hajar. Adapun anak lelaki beliau adalah Ahmad Syaiful Islam. Imam Syahid sangat memberikan perhatian yang besar pada pendidikan keluarganya dengan adab dan akhlaq Islam. Hasil perhatiannya terhadap keluarga dapat kita lihat pada anak beliau yang sangat dihormati Ahmad Syaiful Islam.

B. Permulaan Dakwah

1. Hal-hal yang mendasari berdirinya dakwah.
Perpindahan Al Banna dari tempat kelahirannya Mahmudiyah ke Damanhur kemudian ke Kairo membuatnya banyak mengetahui permasalahan situasi dan kondisi umat Islam.
Dimasa beliau tinggal di Mahmudiyah, daerah yang tenang dan menjaga tradisi Islam dan ajarannya, belum terlintas di benaknya bahwa di ibukota Kairo, banyak penyimpangan dan kerusakan yang sudah sangat parah. Belum pernah tergambarkan olehnya bahwa para penulis terkemuka, ulama dan para pakar bekerja demi kepentingan musuh Islam.
Tetapi ketika beliau berada di Kairo semua itu dilihatnya, kemudian beliau banyak berfikir untuk menghadapinya segala sesuatu sudah berubah seakan-akan manusia sudah jalan dengan kepala dan berfikir dengan dengkul. Ulama sibuk dengan urusan pribadi, masyarakat umum dalam keadaan bodoh, peristiwa demi peristiwa datang bertubi-tubi seakan-akan hujan yang deras, atau badai yang kencang, segala sesuatunya sudah berubah.
Surat kabar, majalah dan sarana informasi lainnya memuat dan menyebarkan pemikiran sesat, pornografi dan macam-macam kemungkaran di mimbar politik, masing-masing partai hanya mementingkan golongannya dan cenderung menjadi ajang permusuhan, perpecahan ummat.
Masyarakat sudah meninggalkan dan menjauhi nilai-nilai luhur, sudah asing dengan nilai-nilai Islam. Begitupun di Perguruan Tinggi sudah banyak berubah, yang tadinya disiapkan untuk menjadi lampu penerang, pusat kebangkitan dan mimbar peradaban dan kebudayaan menjadi sumber malapetaka, pusat kerusakan dan alat penghancur sehingga banyak orang memahami bahwa Perguruan Tinggi dan Universitas adalah tempat revolusi terhadap akhlaq, menentang agama dan memusuhi tradisi yang baik.
Turki yang tadinya menjadi pusat Khilafah Islamiyah pada tahun 1924 M sudah berubah menjadi negara sekuler, negeri Mesir dan negeri-negeri Islam lain dalam keadaan terjajah dan perekonomian ummat Islam dikuasai oleh orang-orang asing kaum penjajah.
Semua itu disaksikan oleh Al-Banna, bahwa kondisi dan situasi semakin memburuk sehingga menyusahkannya dan ia menjadi gelisah. Sampai beliau tidak dapat tidur selama 15 hari di bulan Ramadhan, akan tetapi ia tidak putus asa, tidak menyerah bahkan menambahnya semangat dan bertekad untuk berbuat sesuatu yang positip bahwa yang bisa mengembalikan Khilafah Islamiyah, mengusir penjajah dan mengangkat martabat hanyalah kesungguhan, cita-cita yang tinggi, kerja yang tak mengenal lelah dan harokah yang berkesinambungan.
hasan al Banna mulai melakukan aktifitasnya dengan menghubungi para pemimpin, tokoh masyarakat dan para ulama mengajak mereka untuk membendung arus kerusakan itu. Beliau menghubungi Syeik Ad Dajawi salah seorang ulama Mesir terkemuka dan beliau menjelaskan permasalahan kepada Syeikh tersebut, tapi Syeikh hanya memperlihatkan keprihatinannya saja, tidak ada sesuatu yang diharapkan oleh Al Banna darinya, dengan alasan bahwa Mesir sedang dijajah Inggris yang memiliki kekuatan dan persenjataan yang dapat menghadapi gerakan apapun yang menentang dan merugikannya. Al Banna tidak ridho dan tidak puas dengan jawaban Ad Dajawi itu dan membuatnya lemah semangat. Kemudian Syeikh Ad Dajawi mengajaknya berziarah ke rumah Syeikh Muhammad Saad yang merupakan juga salah satu ulama terkemuka, disana banyak yang hadir selain Syeikh Ad Dajawi, Syeikh Muhammad Saad dan Al Banna. Al Banna menjelaskan lagi permasalahan ummat namun Syeikh Ad Dajawi memintanya untuk berfikir, tapi Al Banna seorang pemuda yang memiliki semangat yang tinggi berpendapat waktu itu bukan saatnya untuk berfikir tapi untuk berbuat.
Syeikh Muhammad Saad pada waktu itu menjamu para tamunya kue-kue khas dibuat untuk bulan Ramadhan (halawiyat). Para tamu asyik menikmati makan dan minuman yang disuguhkan, pemandangan ini membuat Al Banna semakin bersedih dan prihatin. Beliau memahami bahwa mereka dalam keadaan lalai dari kondisi Islam, maka ia berusaha menyadarkan mereka seraya berkata : “Wahai tuan Syeikh ! Islam sedang diperangi dengan dahsyat, sementara para tokoh, pelindung dan para pemimpin ummat sedang menghabiskan waktunya dengan keni’matan seperti ini, apakah kalian mengira bahwa Allah tidak akan menghisab apa yang kalian sedang lakukan ? Jika kalian tahu disana ada pemimpin Islam dan pelindungnya selain kalian, tunjukilah saya kepada mereka agar saya mendatangi mereka, mudah-mudahan saya dapati apa yang tidak ada pada kalian”.
Perkataan Al Banna menyentuh hati Syeikh Muhammad Saad, sehingga ia menangis membuat yang lainpun menangis. Lalu Syeikh bertanya : “Apa yang mesti saya lakukan wahai Hasan ...? Al Banna mengusulkan agar Syeikh mengumpulkan nama-nama para ulama dan zuama serta para pemuka, lalu mereka diundang untuk suatu pertemuan dalam rangka memikirkan dan memusyawarahkan apa-apa saja yang harus mereka lakukan. Sekalipun hanya menerbitkan majalah mingguan untuk mengimbangi majalah-majalah yang ada atau membentuk perkumpulan yang dapat menampung para pemuda. Syeikh setuju atas pemikiran Al Banna itu dan ia mencatat sebagian nama ulama terkemuka seperti :
  1. Syeikh Yusuf Ad Dajawi
  2. Syeikh Muhammad Khudlori Husain
  3. Syeikh Abdul Aziz Jawis
  4. Syeikh Abdul Wahab Najjar
  5. Syeikh Muhammad Khudlori
  6. Syeikh Muhammad Ahmad Ibrahim
  7. Syeikh Abdul Aziz Khuli
  8. Syeikh Muhammad Rasyid Ridho
Dan mencatat sebagian nama-nama tokoh terkemuka, seperti :

1. Ahmad Taimur Pasya
2. Nasim Pasya
3. Abu Bakar Yahya Pasya
4. Abdul Aziz Muhammad Pasya
5. Mutawalli Ghonim Bik
6. Abdul Hamid Said Bik

Mereka semua diundang untuk suatu pertemuan dan terlaksanalah pertemuan demi pertemuan, sehingga dapat menerbitkan majalah “AL FATH”. Dipimpin oleh As Sayid Muhibuddin Khattib dengan pimpinan redaksinya Syeikh Abdul Baki Surur, perkumpulan dan kegiatan ini terus berlangsung sampai Hasan Al Banna lulus kuliah dari Darul Ulum dan terus menggerakkan beberapa orang pemuda sehingga terbentuklah Jam’iyyah Syubanul Muslimin.

Hasan Al Banna berhasil mengumpulkan beberapa ulama dan tokoh masyarakat terkemuka, dan terbentuklah Jamaah Islamiyah yang menyeru untuk menghadapi arus gelombang kehidupan materialis, membatasi kegiatan maksiat dan kekufuran. Akan tetapi Hasan Al Banna melihat aktifitas jamaah itu tidak cukup, dimana kegiatannya terbatas pada menyampaikan ceramah atau nasehat di masjid-masjid dan menulis artikel di majalah-majalah, akan tetapi siapa yang menyampaikan dakwah kepada orang-orang yang tidak ke masjid yang sebenarnya mereka lebih berhak dari pada orang-orang yang aktif ke masjid. Siapa yang menyampaikan dakwah kepada orang-orang yang tidak membaca koran dan majalah. Dengan demikian harus adanya kader yang siap berdakwah ke berbagai lapisan masyarakat.

Al Banna melihat bahwa yang dapat melaksanakan tugas berat itu adalah para mahasiswa Al Azhar dan Darul Ulum. Al Banna berhasil mengumpulkan beberapa orang rekannya untuk berlatih berpidato, khotbah di masjid, berdakwah di warung-warung kopi dan tempat-tempat umum, kemudian pergi ke kampung-kampung. Diantara mereka yg terlibat dalam aktivitas ini :

1. Syeikh Muhammad Madkur
2. Syeikh Hamid Askari
3. Syeikh Ahmad Abdul Hamid

Setelah mereka berlatih dan siap terjun ke lapangan, Al Banna mengajak rekan-rekannya untuk berdakwah ke warung-warung kopi dengan memperhatikan 3 hal :

1. Memilih tema yang sesuai
2. Sistem penyajian yang menarik
3. Memperhatikan waktu, jangan sampai membosankan

Pergilah mereka ke warung-warung kopi dan cukup berhasil.

2. Peristiwa berdirinya Jamaah Ikhwanul Muslimin.

Pada bulan September tahun 1927 M, Hasan Al Banna diangkat menjadi guru SD di Kota Isma’iliyah, disanalah beliau memulai dakwahnya, di warung-warung kopi kemudian pindah ke masjid. Dakwah yang dilakukannya di warung-warung kopi ini bukan pengalaman yang pertama baginya, tapi beliau sudah terbiasa dakwah di tempat-tempat seperti ini, ketika beliau masih mahasiswa di Darul Ulum, Kairo.
Dakwah Hasan Al Banna mendapat sambutan dari para pengunjung warung-warung kopi, sehingga sebagian diantara mereka bertanya kepadanya tentang apa yang harus dilakukan demi agama dan tanah air.
Setelah beberapa lama berdakwah di warung-warung kopi kemudian Hasan Al Banna pindah dari warung kopi ke mushalla (Zawiyah). Di Zawiyah inilah beliau berbicara dan mengajarkan praktek ibadah, dan meminta kepada mereka agar meninggalkan kebiasaan hidup mewah. Para pendengarnya menyambutnya dengan baik.
Dengan kecerdasannya, Hasan Al Banna menetapkan unsur-unsur yang mempunyai pengaruh terhadap masyarakat, yaitu pada 4 unsur :
1. Ulama
2. Masyaikh furuq sufiah
3. Para tokoh masyarakat (wujaha)
4. Klub-klub (nadi-nadi)

Maka Imam Syahid Hasan Al Banna membuat perencanaan dan berinteraksi dengan 4 unsur diatas :
Kepada Ulama
Hasan Al Banna mampu mengambil simpati ulama dengan menjalin hubungan persahabatan, menghormati dan menghargai mereka dan kadang-kadang memberikan hadiah kepada mereka, maka dengan cara ini mereka (pada ulama) menghormatinya tidak menghalanginya berdakwah di Isma’iliyah, inilah sebenarnya tujuan beliau untuk para ulama, agar mereka membiarkannya berdakwah Illallah dan tidak menyerangnya, karena Hasan Al Banna bukan ulama Al Azhar.
Masyaikh Turuq Sufiah

Al Banna berbicara kepada mereka dengan bahasa mereka, berinteraksi dengan mereka dengan etika yang berlaku di kalangan mereka, dengan demikian mereka tidak menghalanginya berdakwah dan tidak menyerangnya. Bahkan mereka membiarkan Al Banna berdakwah, kendatipun mereka tidak bergabung dengannya atau tidak mendukungnya.

Para Tokoh Masyarakat

Al Banna menghormati mereka sesuai dengan posisi mereka di masyarakat dan mengadakan pendekatan dengan mereka dengan bahasa yang baik dan amal-amal kebaikan, dengan cara ini mereka mencintai dan menghargainya, diantara yang dilakukan oleh Al Banna menghilangkan sebab-sebab perselisihan dan permusuhan diantara mereka, dalam hal ini Al Banna berhasil dan mendapat penghargaan dari mereka.

Klub-Klub Pertemuan

Al Banna sering mendatangi klub-klub (tempat-tempat pertemuan) dan disana beliau menyampaikan pengajian, muhadhoroh nadwah (menjalin hubungan persaudaraan dengan orang banyak) dan berhasil merekrut jumlah yang tidak sedikit untuk mengikuti pengajian beliau di Zawiyah.
Demikian Al Banna pada permulaan dakwahnya di Isma’iliyah berhasil menarik simpati dan mengambil hati masyarakat. Kemudian dikumpulkan lalu diarahkan sehingga mereka memiliki ghiroh terhadap agama mereka dan cinta akan amal islami. Cara-cara diatas dilakukan oleh Al Banna kurang lebih selama 1 tahun.
Pada bulan Dzul Qo’dah tahun 1347 H atau bulan Maret 1928 M, datang 6 orang diantara yang tertarik dengan dakwah Al Banna mereka adalah :
1. Hafiz Abdul Hamid, bekerja sebagai tukang bangunan
2. Ahmad Al Hushor, bekerja sebagai tukang cukur
3. Fuad Ibrahim, bekerja sebagai tukang gosok pakaian
4. Ismail Izz, bekerja sebagai penjaga kebun
5. Zaki Al Maghribi, bekerja sebagai tukang menyewakan sepeda dan bengkel sepeda
6. Abdurrahman Hasbullah, bekerja sebagai supir

Mereka berbicara kepada Imam Syahid tentang apa yang harus mereka lakukan demi agama dan mereka menawarkan sebagian harta milik mereka yang sedikit. Lalu mereka meminta kepada Al Banna untuk menjadi pimpinan mereka, kemudian permintaan ini diterimanya.
Lalu mereka berbaiat kepadanya untuk bekerja demi Islam dan mereka bermusyawarah tentang nama perkumpulan mereka. Imam Al Banna berkata : “Kita ikhwah dalam berkhidmat untuk Islam, dengan demikian kita Al Ikhwanul Muslimin”.

kemudian mereka menjadikan kamar di suatu rumah sewaan yang sangat sederhana sebagai “Kantor Jamaah” dengan mengambil nama Madrosah At Tahzab. Disanalah Imam Syahid mulai meletakkan/ mengambil manhaj tarbawi bersama pengikut-pengikutnya, manhaj tarbawi pada waktu itu adalah :
1. Al-Qur’anul Karim (tilawah dan hafalan).
2. As Sunnah An Nabawiyah (menghafal sejumlah hadits).
3. Pelatihan khutbah.
4. Pelatihan mengajar untuk umum.
Setelah beberapa bulan jumlah pengikut jamaah menjadi 76 orang, kemudian terus bertambah. Dan mereka mendermakan harta mereka untuk dakwah sampai dapat membeli sebidang tanah untuk dibangun diatasnya markas jamaah (Darul Ikhwanul Muslimin) terdiri dari masjid, 1 sekolah untuk putra, 1 sekolah untuk putri, nadi (tempat pertemuan) ikhwan.

3. Pertumbuhan pesat dakwah ikhwan sejak awal.

Pada bulan Oktober tahun 1932 M, Imam Hasan Al-Banna dimutasi kerjanya ke Kairo sebagai guru di Madrasah Abbas I, Distrik Sabtiah, perpindahan kerja ini menjadi peluang bagi Imam Syahid untuk membawa dakwah ke Kairo ibukota Mesir, mengingat Kairo pusat kebijakan politik, dan mendapatkan kesempatan berdakwah di depan jutaan penduduk Kairo.

Di Kairo Imam Al Banna dan ikhwan memilih rumah di jalan Nafi No.24 sebagai Markaz Amm, dan Imam Syahid bertempat di lantai atas selama 7 tahun dakwah di Kairo dari tahun 1932 sampai 1939 M. Markaz Amm mengalami beberapa kali pindah :
1. Di jalan Nafi No.24
2. Di rumah di Suqus Silah
3. Di jalan Syamasyiji No.5
4. Di jalan Nashiriyah No.13
5. Di jalan Medan Atobah No.5 di perumahan wakaf
6. Di jalan Ahmad Bik Umar di Hilmiyah
Di Kairo disamping banyaknya partai politik yang bersaing untuk menjadi partai yang berkuasa, didapati pula banyak organisasi Islam dan non Islam.

Di tengah-tengah kehidupan Kairo, dakwah ikhwan terus meluncur membuktikan keberadaannya, efektifitasnya dan menarik banyak pengikut dan pendukungnya serta membuka syu’bah-syu’bah baru.
Dakwah di Kairo belum sampai satu tahun Imam Syahid telah mampu menyebarkan dakwah di seluruh kota Kairo dan telah membuka syu’bah-syu’bah baru lebih dari 50 kabupaten, dimana Imam Syahid mendatangi perkampungan negeri Mesir untuk berdakwah tidak mengenal letih, apalagi malas, hal itu dilakukannya disaat-saat musim liburan sekolah.
Sekilas pintas pribadi Mursyid

1. Profesi dan pekerjaannya.

Beliau sebagai guru SD (Ibtidaiyah), beliau seorang guru yang disiplin melaksanakan tugasnya dengan optimal dan maksimal, beliau belum pernah terlambat datang ke sekolah (tempat kerja), beliau merasakan ni’mat dan kebahagiaan dalam bekerja karena beliau meyakini bahwa Allah telah menciptakannya menjadi pendidik.
Beliau disenangi dan dihormati oleh murid-murid, para guru, kepala sekolah dan karyawan. Dan mereka mencintai dakwah Al Banna, karena mereka mencintai pribadinya. Mereka berkeinginan membantunya, agar mempunyai banyak waktu untuk mengemban tugas dakwah, akan tetapi beliau bersikeras melaksanakan tugasnya dengan sempurna tanpa membebani orang lain.
Bila ada ikhwan yang menelponnya ketika dia sedang mengajar di kelas, kemudian petugas memberitahukannya ada orang yang menelponnya, lalu ia berpesan kepada petugas tersebut : “Katakan kepadanya/mereka, dia sedang mengajar tidak dapat meninggalkan kelas sebelum selesai jam pelajarannya”.

2. Tugas Rumah.

Hasan Al Banna melaksanakan tugasnya di rumah sebagai kepala keluarga, suami, ayah dengan sempurna, tidak pernah terjadi kles dalam rumahnya, memberikan perhatian yang penuh kepada anak-anaknya. Beliau membantu pekerjaan istrinya di rumah sekalipun dengan kesibukan dakwahnya. Beliau mengetahui kebutuhan rumah, beliau tiap hari mencatat kebutuhan rumah tangga, sehingga beliau mengetahui kapan disimpan barang seperti bawang, minyak dan lain-lain.

3. Aktifitas Dakwah.

Dakwah bagi Hasan Al Banna menjadi alasan hidupnya, dan semua kehidupannya dakwah, siang dan malam kesibukannya adalah dakwah, dakwah memenuhi hati pikirannya, sehingga dakwah terlihat jelas pada pribadinya, bila berbicara, berbicara dengan dakwah dan untuk dakwah. Dan bila diam, diamnya dakwah, bila bergerak demi dakwah, cinta dan bencinya karena dakwah dan bila tertawa atau menangis karena dakwah.
Hasan Al Banna tidak hidup untuk dirinya sendiri, tidak menyimpan uang, tenaga waktu dan kesehatannya kecuali untuk dakwah, semua gajinya dijadikan untuk dakwah, tidak dikurangi kecuali untuk kepentingan keluarga yang pokok, beliau mengambil standar minimal/terendah untuk hidupnya. Hasan Al Banna menjadikan hidupnya untuk dakwah, ucapan, diam, gerak, bangun, tidur, suka, benci, tulisan, bacaan, pikirannya semua untuk Islam.


C. Ranjau-Ranjau Sepanjang Perjalanan Dakwah Imam Hasan Al-Banna.

Ketika kedua aktifis thontho Muhammad Abdussalam dan Jamaluddin Fakih dituduh oleh rezim sebagai pelopor gerakan subversib dan ini adalah awal mihnah yang menimpa jamaah maka Imam Asyahid segera mengadakan lobi dengan lembaga bantuan hukum untuk mengadakan pembelaan secara maksimal dan mengerahkan seluruh ikhwan agar memiliki perhatian serta mengikuti persidangan-persidangan yang berlangsung bahkan beliau sendiripun selalu mengikuti persidangan-persidangan yang berlangsung dan sekaligus membantah tuduhan yang ditujukan kepada dua aktifis maupun kepada jamaah dengan lewat mass media internal maupun external.

Dengan upaya yang maksimal dan dukungan seluruh fihak akhirnya kedua aktifis dinyatakan bersih dari tuduhan. Keprihatinan Hasan Al Banna terhadap peristiwa itu terungkap “Sesungguhnya masalah ini membikin aku gelisah untuk tidur, karena aku tahu bahwa hal ini benar-benar telah dipersiapkan secara matang, mereka memiliki dan menguasai seluruh perangkatnya, mulai dari birokrasi, hakim, hingga saksi-saksi palsu dan apabila mereka berhasil meringkus kedua aktifis kita kedalam penjara dengan tuduhan subversif, maka dakwah al ikhwan akan punah dimata masyarakat”.

Memang Hasan Al Banna mengajarkan kepada al ikhwan untuk menjadi generasi yang pemberani dalam kebenaran, menganggap para penjajah adalah musuh dan bentuk perbudakan yang paling buruk sepanjang sejarah manusia, mereka begitu semangat dan berebut untuk mendapatkan izin menuju Palestina untuk meraih syahadah ketika DK PBB pada tahun 1948 secara resmi memutuskan tanah Palestina menjadi dua, Imam sendiri dalam pidatonya dimuka khalayak ramai di hotel intercontinental mengatakan : “Pembagian Palestina menjadi dua adalah tanda bahwa dunia telah tidak waras”. Hal serupa juga pernah disampaikan kepada pemerintah Inggris lewat perwakilannya di Kairo tahun 1939 M, bahwa ummat Islam akan mempertahankan Palestina hingga titik darah terakhir. Beliau juga seorang yang lembut hati, hidupnya hanya untuk perhatian dakwah dan para ikhwannya, ketika seorang akhwat menderita sakit ..., beliau sendiri menghubungi dokter dan ketika sang dokter sedang menulis resep obat lalu beliau mencolek kepada Mahmud Abdul Halim untuk meminjam uang untuk menebus obat karena tak sepeser junaihpun ada ditangannya.

Perlawanan para ikhwan menghadapi penjajah Inggris atas intervensinya terhadap kota Isma’iliyah awal perang dunia kedua 1939 M merupakan sampel keberanian mereka. Melihat keberhasilan Hasan Al Banna dengan jamaahnya yang cukup gemilang, dimana pada waktu yang relatif singkat fikroh ikhwan telah mampu mempengaruhi dan mewarnai di berbagai bidang ekonomi, sosial politik dan keagamaan, khususnya sikap masyarakat luas terhadap Palestina dan penjajah, maka Inggrispun sangat gerah terhadap Hasan Al Banna dan sangat berkepentingan untuk membunuhnya dan membubarkan jamaahnya.

Untuk merealisasikan mimpin Inggris itu pada tanggal 10 Nopember 1948 M tiga segitiga setan mengadakan pertemuan secara rahasia, mereka adalah Inggris, Amerika dan Perancis di Paid, memutuskan agar ikhwanul muslimin segera dibubarkan. Sebulan kemudian tepat pada tanggal 8 Desember 1948 datang SK militer yang berisikan pembubaran terhadap jamaah.

Rupanya pembubaran jamaah tidak berdampak terhadap aktifitas dan keberadaannya di tengah-tengah masyarakat, justru pembelaan dari masyarakat luas semakin kentara dari hari ke hari, kewibawaan dan kemampuan Hasan Al Banna merekrut masyarakat luas sangat diakui lawannya, kemampuan membangkitkan semangat ummat, membuka hati yang tertutup, menghimpun kekuatan arus bawah sangat ditakuti lawan. Maka tidak ada lagi pilihan lain, kecuali harus merencanakan sebuah makar yang lebih besar yang belum pernah terpikir di benak mereka yaitu dengan membunuh pendirinya.
Sejak itu rezim Faruq benar-benar memperhitungkan langkah untuk menguasai Hasan Al Banna :
  1. Dengan memenjarakan seluruh anggota al ikhwan dan membiarkan Hasan Al Banna seorang diri agar masyarakat luas menganggap bahwa rezim masih memiliki rasa tolerir terhadap beliau, padahal itu sebuah siksaan batin, setiap harinya hanya tangisan ribuan anak kecil dan rintihan ibu-ibu fororo’ yang didengarnya, menengok kanan dan kiri tidak ada yang peduli seakan-akan seluruh rakyat telah diintimidasi oleh rezim, takut untuk melakukan sebuah kebaikan, siapa sedekah mati, siapa menolong orang yang kelaparan dia anggap pemberontak, beliau hanya mampu mengumpulkan sebesar 150 junaih Mesir (+ $.140) setelah upaya sana sini dan itupun hasil hutang dari salah seorang teman. Sungguhpun perasaan-perasaan buruk dan mencekam yang melanda masyarakat lebih dari yang terungkapkan.
  2. Setelah perasaan yang mencekam benar-benar menyelimuti seluruh rakyat Mesir, polisi intel segera memenjarakan adik kandung Hasan Al Banna, Abdul Basith yang dia adalah seorang polisi padahal yang satu ini bukan seorang al ikhwan, hal itu untuk mempermudah penangkapan terhadap beliau kapan mereka menginginkannya, sebenarnya perasaan ini juga ada dalam sanubari kecil beliau, namun justru keberanian dan perasaan tidak takut mati semakin lebih nampak apalagi setelah di suatu malam beliau bertemu dengan Sayyidina Umar di dalam sebuah mimpinya mengatakan wahai Hasan, kau akan dibunuh kemudian terbangun lalu tidur kembali sehingga terulang mimpi itu lalu bangun sholat hingga subuh, sungguhpun mati adalah batas uang tidak dapat ditawar. Dan ketika Imam Asyahid mengajukan untuk tinggal di luar kota Kairo bersama saudaranyapun tidak diizinkan, hal itu semakin memperjelas makar yang dirancang oleh rezim untuk meringkusnya secara perlahan.
  3. Setelah seluruh persenjataan ikhwan, dan kekayaannya termasuk pistol dan mobil pribadi beliau yang statusnya pinjaman itu disita oleh penguasa yang serakah, maka tinggal episode yang terakhir. Maka berhasillah mereka merekayasa sebuah pertemuan antara Asyahid dengan Mohammad An Naqhi (salah satu pengurus Dar Asy-Syubban) pada hari Jum’at tanggal 11 Desember 1949 M pukul 17.00. Namun hingga pukul 20.00 masalah yang diagendakan belum ada kejelasan yaitu salah seorang menteri yang diharapkan dapat membantu menyelesaikan masalah ikhwan, lalu pulanglah beliau dengan mertuanya ustadz Mansur SH dengan komitmen akan datang kembali esok harinya, namun tiba-tiba beliau dapati suasana yang sungguh lain, di jalan protokol “Quin Ramses” yang biasanya ramai dengan hiruk pikuk lalu lintas lalu lalang manusia saat itu tak sebuah mobil dan seorangpun yang lewat kecuali sebuah taxi yang menongkrong di depan gerbang pintu Dar Asy Syubban, toko-toko dan rumah-rumah makan yang berdekatan juga sudah tutup, kecurigaan semakin tinggi ketika baru akan melangkahkan kaki menuju jalan raya tiba-tiba seluruh lampu penerang jalan mati, saat itulah peluru api meluncur sebagian mengenai Asy Syahid dan peluru yang lain mengenai ustadz Mansur, namun beliau masih kuat untuk naik sendiri menuju gedung Dar Asy Syubban memutar telepon untuk meminta pertolongan kepada ambulance, sungguhpun demikian Asy Syahid terdampar dalam rumah sakit “Qosr Aini” tak seorangpun dari perawat atau dokter yang berani menolongnya sekalipun banyak dokter muslim yang ingin merawatnya, namun kepala RS tidak mengizinkan atas perintah kerajaan. Dering telepon tak henti-hentinya untuk meyakinkan kematian Asy Syahid hingga Asy Syahid menemui robbul izzah dengan kepahlawanannya.
Tepat hari Sabtu malam Minggu tanggal 12 Desember 1949 beliau pulang ke Rahmatullah. Terselimutilah di hari itu langit dunia dengan kesedihan yang mendalam karena kematiannya berarti hilangnya seorang pembela kebenaran penegak keadilan di tengah-tengah kelaliman dan ummat Islam tertidur nyenyak. Ditengah-tengah puncak kebahagiaan Raja Faruq dalam merayakan hari ulang tahunnya kepala polisi intel memberikan hadiah berupa kepala Imam Asy Syahid untuk menambahkan kecongkakannya diatas muka bumi dan kemurkaan Allah terhadapnya. Pagi harinya hari Minggu tanggal 12 Desember 1949 sampailah berita kematian kepada orang tuanya Ahmad Al Banna. Kehidupan beliau tergambar dalam syairnya :
Yang lebih menyedihkan rezimpun tidak mengizinkan ummat Islam untuk merawat jenazahnya dan berta’ziyah ke rumah shohibul musibah. Untuk menunjukkan keangkuhan serta kedengkiannya terhadap Asy Syahid dan dakwah mereka susun penjagaan militer secara ketat yang siap untuk bertempur dan tank-tank yang seakan-akan menghadapi sebuah pertempuran yang dahsyat, padahal sebuah upacara kematian yang terdiri dari beberapa gelintir insan yang tak berdaya. Tidak seorangpun diizinkan membawa jenazahnya menuju makam Imam Syahid kecuali orang tua Imam Asy Syahid beserta seorang dan kedua saudari perempuannya.
Jamaah yang telah didirikan diatas darah Asy Syahid dan di ukir dengan darah para syuhada akankah menjadi sesuatu yang sangat ditunggu oleh ummat seluruh dunia sebagai pahlawan penegak kebenaran pendobrak kebatilan dan pembawa bendera khilafah ? Jawabannya tentu tergantung kepada kualitas nilai dan pengorbanan para penerusnya.

Shalat sebagai Sarana Pensucian Jiwa

Diposting oleh PKS Rawa Panjang (RAJA) On 02.26 0 komentar
Oleh: PIPPK Jerman Selatan

Pendahuluan
Kesucian jiwa merupakan modal utama untuk bisa menghadap Allah, yang ini merupakan satu harapan terbesar bagi setiap muslim. Dengan sebuah panggilan yang indah Allah menyeru kepada hambanya yang suci untuk dikumpulkan dalam sebuah golongan, sebagaimana di sebutkan dalam surat Al-Fajr, “Hai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang pusa lagi diridhai-Nya. Maka masuklah ke dalam jama'ah hamba-hamba-Ku, dan masuklah ke dalam surga-Ku.” (Al-Fajr, 89:27-30).

Pensucian jiwa menjadi sedemikian penting karena sifat jiwa manusia sendiri sebagaimana digambarkan oleh Allah dalam Asy-Syams(9):8-10, “Fa alhamaha fujuroha wa taqwaaha ...”. Dalam sebuah hadits riwayat Bukhari dan Muslim disebutkan bahwa ada sebuah gumpalan daging, yang baik buruknya gumpalan daging itu mempengaruhi keseluruhan kebaikan tubuh itu itulah hati.

Untuk mempersiapkan hamba-hambaNya yang ingin meraih derjad tinggi, Allah mengutus rasul-rasulnya sebagai pembaca ayat-ayatNya, pensuci jiwa serta pengajar kitab-kitab dan hikmah.(2:151). Kesadaran inilah yang juga dirasakan oleh nabiyullah Ibrahim ketika beliau berdoa setelah selesai membangun baitullah. “Ya Tuhan kami, utuslah untuk mereka seorang Rasul dari kalangan mereka, yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat Engkau, dan mengajarkan kepda mereka Al-Kitab (Al-Qur'an) dan Al-Hikmah (As-Sunnah) serta mensucikan mereka. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana” (2:129).

Ada beberapa jalan untuk mensucikan jiwa, antara lain shalat, puasa, infaq, haji dzikrullah. Dalam kesemptan ini insya Allah kita akan membahas shalat sebagai salah satu sarana.

Sarana Pensucian Jiwa

Shalat merupakan salah satu induk sarana tazkiyatun nafs. Dalam shalat terkandung sujud, berdiri, duduk, rukuk yang semuanya akan memberangus kesombongan diri pada jiwa kita. Al-Ankabut 25 disebutkan bahwa Shalat mencegah dari perbuatan munkar dan keji. Tentu saja ada syaratnya agar shalat bisa berbuah seperti yang dijanjikan oleh Allah, yaitu menegakkan semua syarat dan rukun baik yang lahiriah maupun batin. Rukun yang lahir : Berwudhu, berpakaian seperti yang disyariatkan, bertakbir, ruku' sujud dll., sedang rukun yang batin adalah kekhusyu'an. Saat ini rupanya masih banyak muslim yang melakukan shalat hanya secara dhahir saja. Bagaimana dengan kekhusyu'an itu sendiri ? "Awwalu 'ilmin yurfa'u minal ardh al khusyuu'" riwayat Thabrani dengan sanad hasan, yang maksudnya “Ilmu yang pertama kali diturunkan diatas bumi adalah kekhusyu'an”. Padahal Allah mengatakan dalam Al-Mu'minuun 1-2, “Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyu dalam shalatnya”.

Menghadirkan Hati dan Kekhusyu'an

1. Kehadiran hati, Berkonsentrasi dengan benar-benar dan tidak memikirkan yang lain kecuali shalat itu sendiri. Untuk menghadirkan hati ini jalan satu-satunya adalah dengan memperhatikan shalat secara seksama (penuh perhatian). Bandingkan ketika kita menuju tempat ujian. Apa yang kita pikirkan sepanjang hari sebelum ujian?

2. Tafahhum (Kepahaman), Kepahaman di sini tidak mesti berarti mengerti bahasa Arab 100%. Tetapi suatu pemusatan perhatian terhadap apa yang kita baca dan menolak pikiran-pikiran liar yang mengganggu. Pemahaman yang halus akan hadir ketika hati kita tentram dalam shalat (lihat poin 1)

3. Ta'dhim (Rasa hormat), Ini muncul ketika kita punya dua pengenalan yang baik. Yaitu pengenalan tentang Allah (keagungannya, kekuasaanya), dan yang kedua kenal akan kelemahan diri kita sendiri. Bayangkan bagaimana perasaan anda ketika anda menghormati seseorang.

4. Haibah (Rasa takut yang bersumber dari rasa hormat). Rasa ini hadir ketika kita mengenal Allah dengan lebih mendalam. Kita senantiasa memikirkan siksaanya, cobaannya. Coba kita tanyakan pada diri kita masing-masing, apa daya kita kalau Allah mendatangkan siksaanya kepada kita? Na'udzu billahi min dzalik.

5. Raja' (Pengharapan), Dengan ini kita mengharapkan balasan Allah atas shalat kita. Allahlah yang maha pemurah, penyayang , penghapus dosa.

6. Haya' (Rasa malu), merupakan tambahan dari semua yang di atas. Mengapa, karena kita ini hanyalah makhluk yang penuh kekurangan. Rasa malu ini tentu akan bertambah tatkala kita tahu keburukan-keburukan kita yang terpendam dan kita sadar bahwa Allah tahu akan semuanya itu.

Dalam Al-An'am 132 Allah berfirman “Setiap yang diperoleh manusia itu sesuai dengan apa yang diusahakannya”.

Terapi Kekhusyu'an

Tentu saja kekhusyu'an ini tidak hadir begitu saja tanpa usaha. Salah satunya adalah terapi ketika kita dilalaikan dari kekhusyu'an ini. Banyak sekali yang telah dicontohkan oleh Rasullah dan para shahabat sehingga mereka bisa meraih kedudukan yang demikian tinggi di sisiAllah.

1. Ketika datang pikiran-pikiran /lintasan yang memalingkan dia dari shalat maka usahakan untuk mengusirnya dan sadarlah bahwa anda sedang shalat.

2. Berusaha untuk mencari sebab-sebab luar yang bisa menyebabkan mereka lalai dalam shalat. Rasulullah bersabda kepad Utsman bin Thalhah : "Sesungguhnya aku lupa mengatakan kepadamu agar menutup panci yang ada di rumah, karena di dalam rumah tidak boleh ada sesuatu yang mengganggu shalat seseorang" (Diriwayatkan oleh Abu Dawud).

3. Menggunakan hukuman bagi diri sendiri. Harus ada self discipline dalam hal Shalat. Ingat kisah Abu Thalhah dengan kebunnya yang mengganggu dia ketika shalat.

4. Selalu bermujahadah (berusaha sekuat mungkin) Banyak ulama-ulama besar yang mengaku tidak mampu untuk menghadirkan hatinya dalam dua rakaat shalat yang mereka lakukan. Bagaimana dengan kita?

Sumber: Intisari Ihya' Ulumuddin Al-Ghazali, oleh Sa'id Hawwa.

Tentang Hamas

Diposting oleh PKS Rawa Panjang (RAJA) On 03.17 0 komentar
Oleh : Arie Alfikri*

Awal tahun 2009 perhatian dunia internasional ditujukan kepada Negeri Palestina. Israel sebagai Negara tetangga Palestina mulai melancarkan serangan terhadapa wilayah Gaza. Tujuan dari serangan Israel ini adalah untuk melumpuhkan Hamas yang mempunyai basis wilayah di Gaza. Hamas dianggap sebagai penghalang bagi Israel untuk mencapai tujuannya. Hamas selalu memberikan resistensi terhadap Israel. Ketika terjadi peperangan antara Hamas dan Israel tersebut, banyak yang bertanya siapa itu Hamas. Penjelasan di bawah ini mencoba memenuhi hajat itu walaupun masih sangat sederhana.

Hamas yang akronim dari Harakah al-Muqawwama al-Islamiyah atau Gerakan Perlawanan Islam didirikan pada 14 Desember 1987. Organisasi ini merupakan pengembangan dari Ikhwanul Muslimin yang berpusat di Mesir. Hamas didirikan sebagai bentuk ketidakpuasan terhadap organisasi-organisasi perlawanan Palestina yang lebih dahulu dalam menghadapi Israel. Mereka dinilai lembek dan cenderung kompromistis. Fatah, misalnya, membuka dialog dengan Israel. Oleh karena itu, Hamas didirikan dengan tujuan utama memberikan perlawanan kepada Israel dan membebaskan rakyat Palestina dari penjajahan Israel. Hamas menginginkan wilayah yang dulu masuk dalam Mandat Inggris, yakni wilayah yang kini menjadi Negara Israel, Tepi Barat, dan Jalur Gaza. Tujuan pendirian Hamas dicantumkan di aktanya: “mengibarkan panji-panji Allah di setiap inci bumi Palestina”.

Salah satu pendiri Hamas adalah Syaikh Ahmad Yassin. Seorang guru kelahiran 1 Januari 1929. Ia berpijak ke Ikhwanul Muslimin yang didirikan Hasan al-Banna pada 1928 di Mesir. Syaikh Ahmad Yassin yang lulusan al-Azhar syahid dibunuh Israel pada tanggal 22 Maret 2004.

Kelahiran Hamas ini diprakarsai oleh para tokoh Ikhwan yang berjumlah 7 orang. Mereka mengadakan pertemuan di wilayah Gaza setelah kejadian truk 6 Desember 1987 yang kemudian menghasilkan Hamas. Ketujuh orang pendiri Hamas itu adalah Syeikh Ahmad Yasin, DR. Ibrahim al Bazuri, Muhammad Syam’ah (perwakilan di kota Gaza), Abdul Fatah Dakhon (Perwakilan Wilayah Tengah), DR. Abdul Aziz ar Rantisi (Perwakilan Khan Yunus), Isa an Nasyar (perwakilan kota Rafah), Shalah Syahadah (Perwakilan Wilayah Utara).

Gerakan Hamas ini membuat panik pendudukan Israel sehingga pada tahun 1988 mereka melakukan banyak penangkapan dan pengusiran tidak terkecuali para pendiri gerakan kecuali Syeikh Ahmad Yasin yang baru dipenjarakan pada tahun 1989. Berbagai penangkapan terhadap para pemimpin Hamas di level pertama terus dilakukan namun itu semua tidak menghentikan regenerasi kepemimpinan dalam tubuh Hamas hingga sampai level kelima. Penangkapan-penangkapan yang dilakukan Israel itu tidak mampu menghentikan gerakan.

Hamas adalah sebuah gerakan jihad, da’wah dan politik. Ia berdiri di atas Syumuliyatul Islam (Universalitas Islam) yang mencakup semua aspek kehidupan. Hal itu dibuktikan dengan masuknya Hamas ke medan politik dan ikut serta dalam Pemilu. Selain itu Hamas juga memiliki memiliki yayasan-yayasan social dan pendidikan. Adapun struktur Hamas terbagi menjadi 4 sayap yang saling terpisah :

Sayap Mobilisasi Massa.
Sayap Keamanan (dahulu bernama MAJD) yang dibentuk pada tahun 1983
Sayap Militer (Batalyon Asy Syahid Izzuddin Al Qossam), sebelumnya bernama “Mujahidu Filistiniyin” atau “Al Mujahiduun”
Sayap Politik

Hamas berkeyakinan bahwa peperangan dengan Israel di Palestina adalah peperangan eksistensi yang tidak mungkin dihentikan kecuali setelah berbagai penyebabnya dilenyapkan yaitu pendudukan Israel di bumi Palestina dan perampasan tanah serta pengusiran penduduknya.

Walaupun diberi cap sebagai teroris oleh AS, Israel, dan sejumlah negara Barat, Hamas mendapat dukungan rakyat Palestina karena strategi perjuangannya. Kemenangan Hamas dalam pemilu 25 Januari 2006 merupakan bukti bahwa mereka memiliki pijakan kuat di tengah masyarakat. Hamas meraih 76 dari 132 kursi di parlemen yang diperebutkan dan Fatah 43 kursi. Sisanya direbut partai-partai kecil lainnya, seperti Partai Jalan Tengah, Palestina Independen, dan Badil masing-masing merebut dua kursi, sementara PFLP meraih tiga kursi, sedangkan empat kursi sisanya jatuh ke partai independen lainnya.

Hamas memiliki tiga strategi untuk mendukung tercapainya tujuan perjuangan. Pertama, aktivitas kesejahteraan sosial-ekonomi bagi rakyat untuk membangun dukungan dari rakyat. Kedua, aktivitas politik untuk menandingi PLO yang sekuler dan Otoritas Palestina. Ketiga, melakukan perlawanan bersenjata terhadap Israel, termasuk dengan bom bunuh diri (syahid). Dengan mengembangkan ketiga strategi itu, mereka mampu meraih simpati dan dukungan rakyat Palestina dalam pemilu. Karya sosial dan kemasyarakatan mereka di tengah masyarakat Palestina merupakan salah satu daya pemikat dukungan rakyat. Lewat jaringan organisasi yang luas seperti kalangan ulama, mahasiswa, intelektual, organisasi kemasyarakatan lainnya, mereka mendapatkan dukungan dan legitimasi rakyat.

Ada gap lebar antara Fatah dan Hamas dalam orientasi dan pandangan politik. Dalam melawan Israel, Fatah menolak perlawanan bersenjata dengan pimpinan Abbas, mengejek penggunaan roket lokal, masuk dalam kompromi longgar dalam masalah Al-Quds, kembalinya pengungsi ke kampung halaman mereka di wilayah 48, diam terhadap tembok rasial, tidak mengefektifkan keputusan Mahkamah Internasional, mendorong Mesir untuk memasukkan pasukannya ke Jalur Gaza, menghentikan pemerintahan Hamas di sana, menghabisi gerakan Hamas di Tepi Barat, mempromosikan kerjasama keamanan dengan Israel, mendapatkan dana dari UE dan sebagian negara Arab. Di tengah itu semua, Hamas berpegang teguh dengan semua wilayah Palestina, hak kembali pengungsi Palestina, perlawanan bersenjata, menolak mengakui Israel.

*Mahasiswa Ilmu Politik (konsentrasi Hubungan Internasional) UMJ

Pemikiran politik Anis Matta

Diposting oleh PKS Rawa Panjang (RAJA) On 03.15 0 komentar
Riwayat dan Konsep Dasar

M. Anis Matta, Lc adalah salah seorang politisi muda Indonesia. Saat ini ia aktif di Partai Keadilan Sejahtera sebagai Sekretaris Jendral (sekjen). Selain itu ia menjabat sebagai wakil ketua DPR RI periode 2009-2014..

Anis Matta bisa dikatakan sebagai pemikir politik. Pemikiran politik Anis bisa kita telusuri pada buku-buku yang ia tulis. Diantaranya Model Manusia Muslim Abad 21 (2002), Menikmati Demokrasi (200), Menuju Cahaya (2006), Arsitek Peradaban (2006), dan dari Gerakan ke Negara (2006)

Anis Matta lahir di Bone Sulawesi Selatan, 7 Dsesember 1968. Ia menyelesaikan pendidikan dasarnya di Welado, Bone, lalu melanjutkan ke Pesantren Muhammadiyah Darul Arqom Gombara hingga selesai 1986. Lulus dari Gombara ia hijrah ke Jakarta dan menyekesaikan kuliah di Fakultas Syariah LIPIA.

Anis Matta adalah seseorang yang mempunyai privasi tinggi, tapi tetap mempunyai kontribusi yang besar. Konsekuensi dari prinsipnya ini adalah banyak yang tidak tahu siapa Anis Matta. Akan tetapi, bagi orang-orang pergerakan Islam di Indonesia nama Anis Matta tidak asing lagi. Sebab ia cukup produktif menuliskan gagasan-gagasannya di media massa pergerakan Islam seperti Inthilaq, Hidayatullah, dan Tarbawi.

Nama Anis Matta muncul ke publik setelah PKS menetapkan ia sebagai salah satu capres dari delapan kandidat yang dicalonkan PKS untuk Pilpres 2009. Bahkan diasumsikan bahwa Anis Matta mempunyai peran lebih dalam maneuver-manuver politik PKS akhir-akhir ini. Seperti ide mukernas di Bali menjadi partai terbuka, isu kebangkitan nasional, capres balita, dan iklan politik rekonsiliasi nasional yang menuai kontroversi.

Mempunyai latar belakang pendidikan syariah, membuat pemikiran politik Anis banyak bersumbar dari Al-Quran, Hadits, dan Sejarah Islam. Pemikiran Anis Matta identik dengan Gerakan Tarbiyah yang terinspirasi dari gerakan Ikhwanul Muslimin di Timur Tengah. Menurut Anis, gerakan ini hanyalah bahan dasar untuk merekonstruksi Negara Madinah. Untuk mewujudkan hal itu ada 4 tahapan yang harus dilewati.

1. Mihwar Tanzhimi

Tahapan membangun organisasi yang kuat dan solid sebagai kekuatan utama yang mengoperasikan dakwah. Intesitas kaderisasi manjadi suatru hal yang mutlak.

2. Mihwar Sya’bi

Tahapan membangun basis sosial yang luas dan merata sebagai kekuatan pendukung dakwah . Yang ingin dicapai pada tahap ini adalah terbentuknya opini publik yang islami, struktur budaya dan adab-adab sosial yang islami serta dominasi figur dan tokoh Islam dalam masyarakat.

3. Mihwar Muassasi

Tahapan membangun berbagai institusi untuk mewadahi pekerjaan dakwah di seluruh sektor kehidupan dan di seluruh segmen masyarakat. Pada era ini Gerakan Tarbiyah bermetamorfosis menjadi PK.

4. Mihwar Dauli

Era dakwah harus sampai pada tingkat institusi negara. Institusi negara dibutuhkan untuk merealisasikan secara legal dan kuat seluruh kehendak Allah SWT atas kehidupan masyarakat.

Analisis Pemikiran Anis Matta

Menurut Anis untuk merekonstruksi Negara madinah dibutuhkan 4 tahapan yang telah disebutkan sebelumnya. Dalam hal ini, negara adalah sarana, bukan tujuan. Negara merupakan institusi terkuat dan terbesar dalam masyarakat. Ibnul Qayyim pernah berkata kebenaran harus punya negara karena kebatilan pun punya negara.

Anis tidak mempermasalahkan bentuk negara (apakah berbentuk khilafah, dinasti, atau negara bangasa) dan sistem pemerintahan (apakah parlementer, presidensial, atau monarki sekalipun). Yang penting apakah negara teersebut dapt berperan sebagai instrumen penegak syariah Allah atau tidak. Negara bukanlah akhir, tapi justru merupakan awal dari sebuah peradaban.

Negara Madinah yang dicita-citakan Anis terinspirasi dari Sejarah Nabi Muhammad (Sirah Nabawiyah). Ketika di Mekah, Rasulullah membangun gerakan dengan pondasi tauhid yang kokoh. Selama 13 tahun di Mekah Rasulullah melakukan penetrasi sosial yang sangat sistematis; dimana Islam “memanusia” dan kemudian “memasyarakat”. Sewaktu hijrah ke Madinah gerakan ini telah berkembang menjadi sebuah negara.

Apa yang dilakukan Rasulullah sebenarnya relatif mirip dengan apa yang dilakukan para pemimpin politik yang baru mendirikan Negara. Ada 4 hal yang dilakukan Rasulullah ketika mulai membangun negara di Madinah :

Membangun infrastruktur negara dengan masjid sebagai simbol dan perangkat utamanya
Menciptakan kohesi sosial melalui persaudaraan antar komunitas darah yang berbeda tetapi menyatu sebagai komunitas agama
Membuat nota kesepakatan untuk hidup bersama dengan komunitas lain yang berbeda. Madinah adalah sebuah masayarakat plural yang mendiami wilayah yang sama. Nota kesepakatan ini terkenal dengan nama piagam Madinah.
Merancang sistem pertahanan Negara melalui konsep jihad fi sabilillah.

Fungsi Negara menurut Anis adalah sebagai instrumen penegak syariah. Syariah itu sesungguhnya merupakan sistem kehidupan yang integral, sempurna dan universal. Syariat itu bersifat given. Wahyu dari langit yang harus diterapkan oleh negara sebagai institusi.

Islam tidak memberikan batasan tertentu tentang bentuk dan sstem pemerintahan negara. Bentuk boleh berubah tapi fungsi tetap sama. Institusi yang mewadahi penerapan syariah Allah swt. Bentuk dan sistem pemerintahan negara dalam sejarah Islam telah mengalami berbagai perubahan. Dari sistem khilafah, kerajaan, dan sekarang berbentuk negara bangsa. Anis berpendapat, efektifitas sebuah negara bukanlah ditentukan oleh bentuk dan sistem pemerintahannya, tapi terutama ditentukan oleh suprasturkturnya yaitu manusia.

Merupakan sebuah kesalahan kalau kita menyederhanakan makna Negara Islam dengan membatasinya hanya denagan pelaksaaan hukum pidana dan perdata, serta etika sosial politik lainnya. Menurut Anis, persepsi ini membuat Negara Islam lebih berciri moral daripada ciri lainnya. Yang perlu ditegaskan adalah syariah Allah itu bertujuan memberikan kebahagiaan kepada manusia secara sempurna. Tujuan hidup yang jelas yaitu ibadah untuk mendapat ridha Allah, rasa aman, dan kesejahteraan hidup.

Penerapan syariah Islam menurut Anis haruslah menjadikan Islam sebagai referensi utama sekaligus penguasa mayoritas. Islam menjadi roh yang mewarnai konstitusi negara dengan segala derivasi (penjabaran) hukumnya dan harus mempunyai kekuatan eksekusi. Penerapan syariat Islam bukanlah sebuah proses perundang-undangan an sich. Ia merupakan suatu proses yang menyeluruh yang menandai terjadinya peralihan besar-besaran pada struktur ideology, budaya, dan kekuasaan dalam sebauah masyarakat.

Oleh karena itu Anis memberikan 9 syarat kesiapan menuju penerapan syariat Islam yang paripurna.

Adanya komitmen dan kekuatan aqidah pada sebagaian besar kalanagan kaum muslimin
Supremasi pemikiran Islam di tengah masayarakat hingga muncul kepercayaan umum
Sebaran kultural yang luas dan tersimbolkan dengan tampilan-tampilan budaya seperti pakaian, produk kesenian, etika sosial, dan istilah.
Keterampilan akademis yang andal untuk mentransformasikan ajaran Islam ke dalam format konstitusi, UU, dan derivasi hukum lainnya.
Kompetensi eksekusi yang kuat melalui kelompok tenaga leadership dan memiliki kemampuan teknis untuk menegelola negara.
Kemandirian material yang memungkinjkan bangsa kita tetap survive ketika menghadapi isolasi atau embargo.
Kapasitas pertahanan yang tangguh dari tantangan eksternal
Koneksi internasional yang memungkinkan bangsa untuk tetap eksis dalam hubungan internasional
Tuntutan politik yang ditandai dengan adanya partai-partai politik bersama publik yang secara resmi meminta penerapan syariat Islam di tingkat konstitusi.

Untuk mewujudkan idealisme penerapan syariat Islam, Anis Matta sadar bahwa itu bukanlah suatu hal yang mudah. Terdapat jarak yang jauh antara harapan dan realitas. Dibutuhkan perjuangan yang panjang. Dan tugas gerakan Islam dalah mendekatkan jarak yang jauh itu.

Anis menilai masalahnya ada pada manusianya. Risalah agung ini tidak lagi dibawa oleh manusia-manusia agung. Keindahan Islam terhijab oleh kaum muslimin itu sendiri. Oleh karena itu manusia ini harus direkonstruksi ulang agar ia terbentuk sedemikian rupa. Manusia muslim harus direkonstruksi dalam tiga tahapan :

Afiliasi

Memeperbarui afiliasi manusia kepada islam sebab keislaman kaum muslimin saat ini lebih banyak ditentukan oleh warisan lingkungan sosial.

Partisipasi

Setiap individu muslim harus dibawa ke dalam komunitas muslim yang besar dan menjadi bagian dari masayarakat. Manusia ini turut berpartisipasi membantu masyarakat tersebut.

Kontribusi

Pastikan setiap orang yang berpartisipasi mencapai tingkat paling optimal dalam memberikan kontribusi kepada Islam. Manfaatkan keunikan-keunikan individual dari setiap manusia muslim.

Selain tiga langkah peradaban di atas Anis juga merekomendasikan perjuangan kebangkitan Islam melalui sarana jamaah. Jamaah adalah alat yang diberikan Islam bagi umatnya untuk menghimpun potensi manusia muslim. Maka, meskipun ada banyak jamaah, itu tetap lebih baik daripada tidak ada sama sekali. Imam Ali pernah berkata kekeruhan jamaah jauh lebih baik dari pada kejernihan individu. Kecerdasan individu tidak pernah dapat mengalahkan kecerdasan kolektif. Melalui jamaah kerja dakwah lebih efisien, efektif, dan produktif.

Pengaruh Pemikiran Politik Anis Matta terhadap Politik Indonesia Kontemporer

Pemikiran dan aktifitas politik Anis Matta tidak bisa dipisahkan dengan kiprah gerakan tarbiyah. Karena pemikiran politik Anis diimplementasikan dalam kerangka oraganisasi tersebut. Gerakan tarbiyah di Indonesia telah berumur lebih dari 20 tahun. Ali Said Damanik menyatakan gerakan ini muncul sebagai respon dari sistem politik orde baru yang represif terhadap Islam. Sedangkan Eep Saefullah Fatah berpendapat bahwa Gerakan Tarbiyah ini muncul sebagai akibat dari ekses pendidikan politik orde baru yang tertutup dan menimbulkan banyak kekecewaan.

Gerakan Tarbiyah berkembang melaui kegiatan taklim dan halaqah. Semulanya taklim dan halaqah hanya marak di sekolah dan kampus. Sekaerang tarbiyah bermunculan di kantor, pabrik, masjid, organisasi, dan berbagai perkumpulan yang ada di tengah-tengan masyarakat. Fenomena itu terus berkembang sehingga menjadi arus besar yang ikut menentukan gerak perubahan di negeri ini. Momentum reformasi dimanfaatkan Gerakan Tarbiyah dengan mentransformasikan diri menjadi partai politik yang bernama Partai Keadilan (PK)

Pada pemilu 1999, PK hanya mendapatkan 7 kursi di DPR dengan perolehan suara tidak mencapai 2 %. Artinya PK tidak lulus electoral threshold, sehingga PK berubah nama menjadi PKS untuk ikut pemilu 2004.

Pada pemilu 2004, PKS mengkampanyekan diri sebagai partai yang bersih dan peduli. Hasilnya cukup memuaskan. PKS berhasil menaikkan suaranya dar 2 % menjadi 7 %. 45 orang kadernya menjabat sebagai anggota DPR RI pada periode 2004-2009. Keberhasilan PKS bisa disebabkan oleh moralitas Islam yang selalu dijunjung PKS. Kader yang anti korupsi dana ktif melakukan bakti sosial kepada masyarakat merupakan implementasi model manusia muslim yang digagas oleh Anis Matta.

Pada suatu kesempatan Anis Matta pernah mengatakan tujuan kita terjun ke politik sangat sederhana. Kita ingin memasukkan sebanyak mungkin orang-orang baik ke panggung kekuasaan. Jika kekuasaan dipegang orang-orang jahat kita tinggal menunggu kehancurannya.

Selanjutnya PKS ikut serta dalam pemerintahan. Setelah memberikan dukungan kepada SBY-JK pada pilpres 2004, 3 orang kader PKS diangkat menjadi menteri. Yaitu Menteri Pemuda dan Olah raga, Menteri Perumahan Rakyat, dan Menteri Pertanian.

Walaupun PKS adalah partai pendukukung pemerintah, namun PKS tetap menjadi mitra yang kritis terhadap SBY-JK. Terbukti PKS merupakan partai yang menolak kebijakan SBY untuk menaikkan harga BBM. Akibatnya PKS sempat dituding sebagai partai bermuka dua. Di satu sisi sebagi partai pendudkung pemerintah, namun di lain sisi menolak kebijakan pemerintah.

Hal ini dibantah oleh Anis Matta. Ia mengatakan PKS mendukung kebijakan SBY jika sesuai dengan kontrak politik yang telah disepakati sebelumnya. Jika SBY melanggar kontrak politik, PKS pun besikap kritis. PKS hanya setia kepada agenda, bukan setia kepada figur.

Menghadapi pemilu 2009, PKS menargetkan perolehan suara 20 %. Untuk mencapai target tersebut PKS mulai membidik suara di luar konstituen Islam modernis. PKS ingin melakukan ekspansi terhadap pemilih islam tradisonal, kaum nasionalis sekular, bahkan non muslim. Untuk itu PKS melakukan manuver sebagai partai terbuka pada mukernas di Bali beberapa waktu yang lalu. Selain itu, dalam berbagai kesempatan elit politik PKS mulai memberikan isu kepemimpinan kaum muda dan manghilangkan sekat-sekat ideologis.

PKS ingin mengatakan bahwa keberhasialan sutau pemerintahan ditentukan oleh profesionalitas negarawan, bukan oleh konflik ideologi. PKS mengajak untuk rekonsisliasi nasional melalui iklan politik pahlawan dan guru bangsa. Walaupun iklan politik tersebut menuai kontroversi karena mengikutsertakan Soeharto, penguasa orde baru.

Mengenai hal ini Anis Matta berpendapat bahwa sudah saatnya bangsa Indonesia tidak melihat sejarah dengan dendam. Apa yang baik di masa lalu kita ambil, dan apa yang buruk kita tinggalkan.

*Mahasiswa Ilmu Politik (Konsentrasi Hubungan Internasional) UMJ
    Selamat Datang di web PKS Rawa Panjang "Bekerja untuk Islam"

    Blog Archive

    About Me

    PKS Rawa Panjang (RAJA)
    Sebuah Blog yang berisi seputar Materi Keislaman demi membantu para Murobby
    Lihat profil lengkapku